Cara Membuat Video Produk eCommerce: Panduan untuk Pemula
Video produk e-commerce mirip dengan trailer film—singkat, memikat, dan dirancang untuk meninggalkan kesan abadi sekaligus menunjukkan apa yang bisa didapatkan penonton. Layaknya trailer film blockbuster, video produk e-commerce Anda menampilkan produk Anda secara langsung, memberikan tampilan yang lebih dinamis.
Sederhananya, video produk e-commerce bukan sekadar pajangan yang mencolok; melainkan peluang untuk memikat hati dan dompet dengan memberikan nilai tambah. Semakin bagus 'trailer' Anda, semakin besar kemungkinan orang akan membeli tiket filmnya. Untuk meningkatkan kualitas video e-commerce Anda, penting untuk memahaminya dan mempelajari beberapa trik – blog ini menyediakannya.
Apa itu Video Produk eCommerce?
Video produk eCommerce adalah video pendek dan menarik yang dibuat oleh pembuat konten video untuk menampilkan produk bermerek. Tujuannya adalah agar calon pelanggan dapat melihat produk secara lebih dekat dan interaktif, fitur-fiturnya, dan kegunaannya.
Video-video tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengalaman berbelanja dengan menyampaikan informasi secara menarik, sehingga meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap pembelian dan, dengan demikian, meningkatkan potensi konversi dan hasil yang terukur. tabungan bisnisNamun, sebuah pertanyaan pasti akan muncul di benak Anda: “Apa yang dibutuhkan untuk membuat video produk eCommerce yang sukses?” Jawabannya ada di bagian selanjutnya.
Bagaimana Video Produk Dibuat untuk Merek eCommerce?
1. Perencanaan & Strategi
Mengetahui tujuan dari keseluruhan strategi dan perencanaan video Anda sangatlah penting. Tujuannya bisa beragam, dan untuk memahami tujuan Anda, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: Apa tujuan video tersebut? Siapa target audiensnya? Tujuan Anda bisa berupa peluncuran produk, penjualan, atau kesadaran merek, sementara target audiensnya bisa berupa Generasi Z, karyawan perusahaan, dll.
Perencanaan juga mencakup penentuan platform tempat video akan dipublikasikan. Hal ini penting karena setiap platform memiliki identitasnya sendiri.
Misalnya, jika Anda menggunakan Instagram, usahakan membuat video pendek, sedangkan untuk YouTube, Anda dapat menggunakan pendekatan bercerita untuk membuat video panjang.
Fokus yang jelas pada tujuan dan durasi dapat membantu dalam pengembangan dan bahkan membuatnya lebih mudah dikelola.
Menulis naskah? Ya! Memiliki naskah penting untuk membuat video produk e-commerce yang berdampak dan efektif. Jangan biarkan kemampuan improvisasi Anda mengambil alih kendali. Dengan menulis naskah, Anda dapat berfokus pada tujuan.
Anda bahkan bisa membuat storyboard, yang merupakan visualisasi video, untuk memperjelas visi Anda dalam video tersebut. Storyboard dan skrip akan membuat seluruh proses pembuatan video lebih lancar.
2. Produksi
Kualitas adalah raja! Produksi video produk e-commerce Anda memainkan peran besar dalam menentukan bagaimana video tersebut akan berjalan dan bagaimana merek Anda dipersepsikan. Misalnya, jika video Anda dimulai dengan rekaman yang goyang, kemungkinan besar penonton tidak akan tertarik untuk menonton keseluruhan video.
Investasikan pada kamera yang bagus atau dapatkan ponsel pintar dengan kamera beresolusi tinggi, dan lengkapi dengan pencahayaan yang tepat. Ini akan membuat produk Anda terlihat lebih baik.
Setelah visual Anda disortir dan sesuai kebutuhan, hasilnya seperti kue, tetapi puncaknya adalah audio. Anda dapat menggunakan mikrofon eksternal untuk meningkatkan kejernihan dan membuat pesan video Anda jelas dan profesional.
Alih-alih mencantumkan fitur produk, sebaiknya Anda mendemonstrasikannya. Agar audiens Anda lebih memahami produk, tunjukkan cara kerjanya, soroti manfaatnya, dan tunjukkan kepada audiens Anda mengapa mereka membutuhkannya. Jika memungkinkan, Anda bahkan dapat membandingkan produk Anda secara langsung dengan produk pesaing.
3. Editing dan Pasca Produksi
Anda mungkin pernah mendengar ungkapan, "Sebuah film dibuat dengan mengedit." Editing itu penting, dan esensinya sama dengan video produk e-commerce Anda. Editing adalah proses mengubah rekaman mentah menjadi cerita yang menarik. Pastikan Anda menggunakan perangkat lunak editing untuk memberikan tampilan dan nuansa yang lebih baik pada video Anda.

Anda dapat menggunakan perangkat lunak profesional seperti Adobe atau bahkan CapCut yang mudah digunakan bagi pemula; pastikan Anda terbiasa menggunakannya agar video Anda memiliki visual yang tajam, transisi yang jelas, dan tempo yang baik.
Pastikan juga Anda menambahkan subtitel ke video Anda, karena ada kemungkinan penonton menonton video tanpa suara. Subtitel membuat video Anda tetap dapat diakses bahkan tanpa audio. Berbicara tentang audio, gunakan musik latar yang tepat untuk menciptakan suasana video Anda.
Jangan lupa menambahkan CTA saat mengedit video. Penting untuk memberi tahu penonton apa yang harus dilakukan selanjutnya. Anda bisa menambahkan CTA seperti "Belanja Sekarang", "Pelajari Lebih Lanjut", "Ikuti Kami", dll. CTA harus singkat, padat, menarik, dan menyampaikan pesan yang jelas.
4. Elemen Kunci untuk Video Produk eCommerce
Video produk e-commerce Anda tidak hanya harus menarik secara visual—tetapi juga harus persuasif. Untuk membuatnya persuasif, pastikan Anda menjual "solusi". Ingatlah bahwa orang tidak membeli produk; mereka membeli solusi.
Tunjukkan kepada mereka bagaimana produk Anda mengatasi masalah atau meningkatkan kualitas hidup pelanggan. Misalnya, jika Anda mempromosikan pakaian yang dirancang khusus, tunjukkan bagaimana kesesuaian yang dipersonalisasi, bahan yang menyerap keringat, atau pilihan desain memungkinkan pelanggan mengekspresikan individualitas mereka dan merasa lebih nyaman dengan pakaian mereka. Jika pemirsa dapat memahami masalahnya, mereka akan lebih cenderung membeli solusinya.
Pelanggan cenderung membeli dari merek yang mereka percayai, dan video produk e-commerce Anda dapat menjadi media untuk membangun kepercayaan tersebut. Untuk memperkuat kredibilitas, sertakan testimoni pengguna, dukungan dari pakar, atau demonstrasi langsung. Bukti sosial dapat membuat perbedaan besar.
Langsung ke intinya dan pastikan video Anda tetap menarik. Durasi idealnya adalah 15-30 detik untuk media sosial dan hingga 90 detik untuk penjelasan mendalam. Setiap detik harus memberikan nilai tambah.
Praktik Terbaik yang Harus Diikuti Saat Membuat Video Produk eCommerce
Sekarang setelah Anda mengetahui dasar-dasar pembuatan video produk eCommerce, penting untuk mengikuti beberapa praktik untuk memastikan bahwa video Anda menjangkau audiens yang lebih luas.
1. Jangan Hanya Menceritakan, Cobalah untuk Melibatkan
Konten adalah raja, dan tidak ada alternatif lain. Saat membuat video produk e-commerce Anda, pastikan konten Anda bercerita, bukan hanya mencantumkan fitur. Penggunaan alat seperti perangkat lunak peta jalan produk dapat membantu menyelaraskan rencana konten Anda dengan tujuan dan jadwal spesifik platform. Jika dilakukan dengan benar, penceritaan akan menghubungkan audiens secara emosional dengan produk dan membuat video lebih menarik.
Sebuah cerita yang menarik biasanya membahas suatu masalah, menyajikan produk sebagai solusi, dan diakhiri dengan solusi yang memuaskan. Hal ini menarik perhatian penonton dan menanamkan produk tersebut dalam ingatan mereka. Menggunakan situasi kehidupan nyata atau pengalaman pelanggan dapat membuat video terasa relevan.
Penonton yang mengidentifikasi diri dengan cerita cenderung lebih memercayai merek tersebut dan mempertimbangkan untuk membeli. Video yang berfokus pada cerita juga akan lebih lama terekam dalam ingatan penonton, sehingga mereka dapat mengingat manfaat penting saat membeli.
2. Gunakan Berbagai Platform
Kekuatan media sosial memang tak terbantahkan. Dengan beragam platform yang tersedia dan basis pengguna yang luas, media sosial bisa menjadi senjata Anda untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Video produk harus dioptimalkan untuk platform tempat Anda mengunggahnya. Video yang lebih panjang dan mendalam mungkin cocok di YouTube, tetapi untuk Insta Reels atau TikTok, Anda bisa membuat versi yang lebih pendek dan lebih menarik.
Rasio aspek juga perlu dipertimbangkan—16:9 untuk video YouTube, 9:16 untuk Instagram Reels, dll. Memastikan video memiliki teks akan memudahkan kebanyakan orang untuk menonton tanpa suara.
3. Mempekerjakan UGC Kreator untuk Kemenangan
UGC pembuat konten akan mendorong Anda untuk menjangkau lebih banyak audiens, karena pengikut influencer tersebut juga dapat melihat produk Anda melalui mereka.
Bila Anda menyewa UGC pencipta untuk produk Anda, video tersebut akan lebih beresonansi, dan audiens akan lebih percaya dan terlibat dengan video tersebut. UGC Kreator dapat memamerkan produk Anda sesuai dengan gaya dan audiens mereka. Ini bisa berupa unboxing, tutorial, atau testimoni agar lebih relevan.
Dengan bekerja sama dengan kreator yang tepat—yang audiensnya sama dengan target pasar Anda—Anda akan menampilkan video produk Anda di hadapan calon pelanggan yang benar-benar tertarik. Untuk menemukan solusi terbaik ugc pencipta untuk produk Anda, Anda dapat menggunakan platform seperti Tagshop yang membantu Anda terhubung dengan ugc pencipta produk.
4. Perhatikan Durasinya
Anda memang akan menghadapi banyak pesaing yang semuanya membuat video, dan audiens memiliki banyak pilihan untuk dicari. Agar audiens Anda tetap terlibat, video Anda harus memiliki durasi yang tepat. Video produk Anda harus memiliki durasi yang tepat untuk audiens dan platform. Umumnya, Anda sebaiknya menjaga durasi video promosi Anda di bawah 60 detik, sementara video explainer dapat berkisar antara 2 hingga 3 menit. Namun, Anda dapat menghemat waktu yang signifikan dalam proses pembuatan video explainer ini dengan memanfaatkan Alat video penjelasan AI.
Jika video terlalu panjang dan tidak terstruktur, penonton mungkin akan berhenti menonton. Di sisi lain, video yang pendek dan menarik akan membuat mereka tetap tertarik.
Seperti yang telah kami sebutkan, persaingannya sangat ketat. Oleh karena itu, Anda membutuhkan pembukaan yang baik untuk menarik perhatian dan mempertahankan minat audiens. Setelah mendapatkan perhatian, pertahankan minat audiens dengan bagian tengah yang menarik, di mana Anda dapat menunjukkan manfaat dan cara menggunakan produk. Menjelang akhir, buatlah CTA yang kuat. Anda juga dapat menguji berbagai durasi video di berbagai platform untuk melihat mana yang paling efektif.
5. Bangun Kepercayaan
Pelanggan akan lebih mempercayai rekomendasi dari pengguna asli daripada rekomendasi dari merek. Menambahkan konten yang dibuat pengguna (UGC) dalam video produk membantu meningkatkan kredibilitas secara signifikan. Ketika calon pelanggan melihat langsung orang yang menggunakan produk, mereka cenderung lebih percaya pada efektivitasnya.
Agar video lebih tepercaya, Anda bisa menyertakan peringkat bintang, penghargaan, dan penyebutan media. Jika memungkinkan, tambahkan beberapa ulasan online atau komentar influencer. Hal ini membuat produk tersebut tampak seperti produk asli dan tepercaya berdasarkan pengalaman sebelumnya, bukan sekadar iklan.
Apa Keuntungan Video Produk E-commerce?
Video produk e-commerce memiliki keuntungan lain bagi Anda selain memberikan audiens Anda informasi terperinci tentang produk Anda, yaitu:
1. Peningkatan Tingkat Konversi
Menurut statistik, 73% Pelanggan yang menonton video produk melakukan pembelian karena video tersebut memberikan pemahaman yang jelas tentang produk. Video memungkinkan pembeli untuk melihat produk secara langsung, tidak seperti gambar atau deskripsi teks, yang membantu mereka membuat keputusan lebih cepat. Pembeli lebih cenderung membeli produk setelah menonton video daripada membaca teks deskripsi produk.

Selain itu, video produk untuk e-commerce menciptakan rasa urgensi dan antusiasme terhadap produk tersebut. CTA yang kuat di akhir video bagaikan hiasan. Dengan CTA, Anda dapat mendorong pengguna untuk "Belanja Sekarang" atau "Stok Terbatas", yang akan meningkatkan kemungkinan konversi mereka.
2. Keterlibatan Pelanggan yang Lebih Baik
Video memiliki kekuatan untuk menahan penonton lebih lama, dan 80% Banyak orang lebih menyukai konten video daripada teks tertulis. Oleh karena itu, video produk e-commerce berkualitas tinggi dapat menarik minat konsumen. Selain itu, pelanggan lebih terhubung dengan merek yang menceritakan kisah di balik layar atau demo produk.
Video yang terhubung dengan audiens dan mendorong mereka untuk bergabung dalam perjalanan merek membantu mereka menjalin ikatan yang lebih erat dengan merek tersebut. Ketika orang menonton sesuatu yang menarik, mereka cenderung berbagi dan memberikan pendapat. Hal ini membantu membangun kesadaran merek. Ketika konsumen terhubung dengan merek, mereka terdorong untuk kembali dan membeli lagi.
3. Pengurangan Pengembalian Produk
Dengan gambar dan teks statis, ada kemungkinan pelanggan tidak memahami produk dan, oleh karena itu, setelah pembelian, mungkin akan mengembalikannya. Video produk sangat mengurangi masalah ini dengan menunjukkan tampilan produk yang sebenarnya, serta ukuran, fitur, dan fungsinya. Ketika pelanggan tahu persis apa yang mereka beli, mereka cenderung tidak akan kecewa saat menerimanya.
Selain itu, video dapat menunjukkan cara penggunaan produk yang benar, sehingga tidak ada kebingungan. Misalnya, merek fesyen dapat menunjukkan bagaimana sebuah gaun cocok untuk berbagai bentuk tubuh. Di saat yang sama, merek teknologi dapat menawarkan tutorial untuk menyiapkan gawai. Saat pelanggan menonton video, mereka dapat melihat berbagai hal secara lebih detail. Jadi, mereka tidak akan mengembalikan produk tersebut.
4. Peningkatan SEO
Kita semua sepakat bahwa video dapat menarik minat audiens; oleh karena itu, mesin pencari seperti Google memprioritaskan video. Ketika pengguna menonton konten video lebih lama dan tidak berhenti menonton setelah beberapa detik atau menit, mesin pencari menganggapnya sebagai pertanda baik. Karena itu, situs e-commerce yang menampilkan video produk cenderung berperingkat lebih tinggi di Google, yang meningkatkan visibilitas dan lalu lintas organik. Selain itu, YouTube adalah mesin pencari terpopuler kedua.

Oleh karena itu, video produk yang diposting di sana dapat membantu Anda mendapatkan lebih banyak lalu lintas ke situs web Anda. Menggunakan kata kunci yang relevan dalam judul, deskripsi, dan tag video Anda akan memudahkan pelanggan menemukan produk Anda. Jika Anda memiliki video yang kuat Strategi SEO Dengan menerapkannya, Anda dapat mengharapkan trafik dan penjualan situs web Anda tumbuh secara stabil seiring waktu. Dengan menggabungkan pendekatan ini dengan pakar Pengembangan situs web WooCommerce dapat lebih meningkatkan cara konten produk Anda mendorong konversi.
5. Peningkatan Keterlibatan Media Sosial
Mirip dengan algoritma mesin pencari, algoritma media sosial juga mendukung konten video. Memasukkan video produk ke dalam strategi pemasaran Anda dan banyak lagi. Video produk yang menarik dapat menghasilkan banyak suka, bagikan, dan komentar, yang membantu memperluas jangkauan secara organik.

Video pendek memiliki peluang besar untuk menjadi viral, sehingga menarik calon pelanggan baru. Iklan video di media sosial mengungguli iklan statis dan menghasilkan rasio klik tayang (CTR) yang lebih tinggi serta rasio klik tayang (CPC) yang lebih rendah. Polling, demo langsung, atau kolaborasi dengan influencer adalah contohnya. video interaktif yang meningkatkan keterlibatan dan membangun komunitas yang kuat. Video produk yang dirancang untuk media sosial dapat membuat penonton biasa menjadi pelanggan setia.
6. Ramah Seluler
Statistik menunjukkan bahwa eCommerce seluler memberikan kontribusi 60% dari keseluruhan penjualan e-commerce. Studi ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang mengadopsi budaya belanja seluler. Pelanggan kini memilih untuk berbelanja melalui situs e-commerce atau media sosial. Oleh karena itu, video adalah format terbaik untuk menarik pembeli tersebut.

Video produk e-commerce dapat menampilkan produk dengan lebih baik daripada gambar diam karena layarnya lebih kecil. Video produk e-commerce yang dioptimalkan secara vertikal untuk Instagram dan TikTok sangat cocok untuk ditonton oleh pemirsa di platform ini.
7. Kepercayaan dan Kredibilitas
Konsumen cenderung membeli dari merek yang mereka percayai, dan video produk e-commerce membantu membangun kepercayaan. Video berkualitas tinggi yang menampilkan contoh penggunaan praktis, testimoni pelanggan, atau ulasan ahli semakin memperkuat kepercayaan. Melihat kinerja suatu produk menghilangkan keraguan dan memberikan keyakinan kepada pembeli tentang kualitas dan fungsinya.
Contoh Video Produk E-commerce
Jika Anda mencari inspirasi, berikut adalah beberapa contoh nyata video produk eCommerce.
1.Patagonia
Video produk untuk e-commerce yang dibuat oleh Patagonia adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana kesederhanaan dan kerapian dapat menghidupkan fitur-fitur suatu produk. Video ini lebih menekankan fungsi daripada gaya. Kami melihat fitur-fitur ditampilkan dengan cara yang menarik.
Suara latar berkomunikasi dengan jelas dan efektif tanpa detail yang berlebihan; ia menangkap detail yang dimaksud dengan jelas dan ringkas. Video produk yang mudah dan tanpa embel-embel ini merupakan model yang efektif untuk produk-produk dengan fitur teknis yang perlu dipahami pelanggan sebelum membeli. Patagonia menunjukkan kepada kita cara berfokus pada utilitas dan kepraktisan, bukan pada peragaan busana atau produksi kelas atas, untuk meningkatkan keterlibatan dan penjualan dari video produk e-commerce.
2. Temple dan Webster
Kami telah menyebutkan durasi video di blog ini, dan Temple & Webster sangat sesuai dengan itu. Video produk e-commerce merek ini merupakan konten yang singkat dan padat, berdurasi kurang dari 30 detik. Perusahaan ini tidak menyediakan narasi yang berat atau detail yang berlebihan; sebaliknya, produk-produknya dibiarkan berbicara sendiri dengan cara yang menghibur.
Video ini berhasil dan membedakannya dari yang lain karena merangkum beberapa properti yang dapat dijual dalam hitungan detik. Video ini disusun dalam situasi terpasang di sekitar rumah, sehingga penonton seolah-olah membayangkan produk-produk tersebut di rumah mereka sendiri.
3. Kosmetik Hero
Hero Cosmetics secara inovatif menampilkan video perbandingan produk e-commerce. Karena mereka memiliki beragam solusi perawatan kulit, format ini sangat efektif dalam membantu pembeli dalam proses pengambilan keputusan.
Video ini menampilkan dua sahabat yang saling bertukar produk perawatan kulit, menjadikan Hero Cosmetics sebagai "pusat perawatan terpadu" untuk kebutuhan perawatan kulit. Mereka berbincang tentang produk, menjelaskannya secara detail, dan berbagi pengalaman.
4. Onzie
Musik dan audio memainkan peran penting dalam video produk e-commerce, dan Onzie membuktikannya. Lagu yang ceria dan energik melengkapi identitas merek yang aktif dan energik, menciptakan ikatan emosional yang langsung dengan penonton. Alih-alih hanya narasi atau menampilkan teks, ritme dan getaran video meniru gerakan para atlet yang mengenakan pakaian Onzie.
Salah satu kelebihan video ini adalah upaya pertama Onzie untuk menampilkan segmen audiens baru—terasa rapi dan disengaja. Pemilihan musik yang artistik membantu mengembangkan identitas merek sekaligus tetap menyenangkan dan kreatif. Onzie menggunakan gerakan, ekspresi, dan motivasi untuk menciptakan video produk yang ingin berinteraksi dengan audiens target; tindakan ini bisa berupa menemukan merek atau membelinya.
5. Bayi Merah
Fondasi setiap video produk e-commerce adalah menjembatani antara berbelanja online dan berbelanja langsung di toko. Video produk yang baik menyajikan semua jawaban yang mungkin dimiliki pelanggan jika mereka dapat melihat langsung produk tersebut.
Ini termasuk menunjukkan ukuran, bahan, dan fitur produk, serta cara penggunaan produk secara langsung. Hal ini menghilangkan keraguan dan meningkatkan kepercayaan pembeli.
Salah satu cara terbaik adalah dengan menunjukkan produk secara langsung, alih-alih hanya menunjukkan fitur-fiturnya melalui narasi. Video langsung yang menampilkan produk yang digunakan secara langsung akan memberikan gambaran yang jauh lebih baik daripada foto statis. Metode ini juga mengurangi keraguan, meningkatkan interaksi, dan meningkatkan peluang konversi merek Anda.
Kesimpulan
Video produk e-commerce dapat menjadi terobosan bagi bisnis Anda. Membuat video yang sempurna memang membutuhkan keahlian, tetapi hasilnya akan sangat memuaskan jika dilakukan dengan saksama. Dengan menggunakan tips dan contoh yang telah disebutkan, Anda dapat membuat kemajuan pesat dalam membuat video produk e-commerce yang akan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Video produk e-commerce adalah video pendek dan menarik yang dibuat oleh merek. Tujuan utama video ini adalah untuk memamerkan produk mereka kepada calon pelanggan, membantu mereka membuat keputusan pembelian yang tepat. Video ini dapat berupa demonstrasi, testimoni, unboxing, atau perbandingan.
Pentingnya membuat video produk bagi bisnis e-commerce mana pun tidak dapat diremehkan, karena dapat meningkatkan rasio konversi, sehingga pelanggan dapat lebih memahami produk tersebut. Video produk juga berkontribusi pada peningkatan peringkat SEO, kesuksesan media sosial, dan pada akhirnya membantu membangun pengenalan merek.
Untuk membuat video produk e-commerce yang sukses, Anda memerlukan:
- Ikhtisar Produk: Menampilkan item dari berbagai sudut pandang, memamerkan desain, pilihan ukuran, dan variasi warna.
- Fitur & Manfaat Utama: Sajikan bagaimana produk memberikan solusi atau kemudahan. Demonstrasi Kehidupan Nyata: Tunjukkan produk Anda sedang digunakan untuk membantu pelanggan memvisualisasikan cara barang Anda akan berfungsi.
- Testimoni Pelanggan & Bukti Sosial: Sertakan ulasan atau pengalaman nyata lainnya untuk membangun kredibilitas.
- Ajakan Bertindak (CTA): Berikan pemirsa gambaran yang jelas tentang apa yang dapat mereka lakukan selanjutnya, seperti "Beli Sekarang", "Pelajari Lebih Lanjut", atau "Kunjungi Situs Web Kami".
Berkat media sosial, kini Anda memiliki beragam platform untuk membagikan video produk e-commerce Anda. Oleh karena itu, untuk menampilkan video produk Anda di e-commerce, Anda memerlukan halaman produk, kanal media sosial, kampanye pemasaran, dan iklan berbayar.